Mengenal Jenis Investasi Deposito

Diterbitkan 12 bulan lalu di Kategori Investasi. 10161 Melihat

Pengenalan dasar deposito dan jenis jenis deposito

Mengenal Jenis Investasi Deposito

saat ini produk investasi begitu banyak dan beragam, tapi yang akan kita bahas adalah investasi dalam bentuk deposito. Kenapa deposito, karena hampir ga punya resiko dalam menjalankan investasinya dan yang paling penting, bunga deposito lebih besar dari bunga bank seperti saat kita menabung di bank. Deposito merupakan simpanan uang kepada pihak perbankan, sehingga keuangan dikelola oleh pihak perbankan, selebhnya bank akan menggunakan uang kita dengan berbagai keperluan yang pada dasarnya akan ada prinsip kerja sama antara kita dan perbankan yang saling menguntungkan. Bunga akan diatur oleh bank, dengan besaran yang berbeda-beda disetiap banknya. Jadi kita harus pilih bank yang berbunga besar tentunya.

 

Untuk melakukan kegiatan investasi dalam bentuk deposito, anda harus memperhatikan betul keuangan anda sebelum melakukan simpanan dalam bentuk deposito ke bank, karena deposito memiliki tenggang waktu pengambilan, tidak seperti tabungan yang bisa diambil kapan saja. Ada dua faktor yang patut dipertimbangkan ketika memilih apakah deposito tersebut tepat buat Anda.

 

Memilih Jangka waktu yang tepat. Karena anda harus memikirkan kapan anda butuh uang, apakah jika anda butuh uang, anda akan menariknya dari deposito yang anda simpan, atau anda punya cadangan keuangan lain, jika tidak membutuhkan dan mempunyai kepentingan lain terhadap uang yang akan di depositokan, sebaiknya memilih deposito dengan jangka pengambilan 6 bulan ke atas.

 

Besaran suku bunga deposito. Semakin besar bunga deposito maka kita akan semakin untung. Memilih bank dengan deposito terbesar merupakan pilihan wajib, karena beberapa bank memilliki besaran bunga deposito yang berbeda-beda. Tips kusus buat anda yang hendak melakukan deposito sebaiknya memperhatikan jika suku bunga Bank Indonesia meningkat ( biasanya dibarengi dengan inflasi ), maka deposito jangka pendek akan lebih baik. Sebaliknya, bila tingkat suku bunga deposito cenderung turun, deposito jangka panjang lebih bagus. Alasannya, bunga deposito Anda terkunci di angka yang lebih tinggi.

 

Bagaimana caranya berinvestasi dalam bentuk deposito. Artikelnya akan saya lanutkan dilain waktu, Tetapi yang paling penting ada beberapa indikator yang harus Anda ketahui diantaranya APR (Annual Percentage Rate) Adalah persentase suku bunga tahunan, atau suku bunga yang ditawarkan bank terhadap Anda.

 

Jenis kedua yaitu APY (Annual Percentage Yield) Adalah persentase imbal hasil tahunan, adalah imbal hasil total yang Anda dapat setelah dihitung dengan metode bunga berbunga. Jenis ini merupakan paling pavorit. kenapa bisa begitu, begini logikanya. Sederhananya anda berinvestasi untuk terus untung dan tumbuh dari tahun ke tahun. Katakan Anda menabung di deposito sebesar Rp 200 juta dalam jangka waktu 3 tahun, dan tingkat suku bunga tahunan sebesar 5%. Maka di tahun pertama investasi Anda akan menghasilkanRp 10 juta. berarti ditahun kedua uang anda menjadi 210 juta. Ditahun kedua, 5% tersebut akan dikalikan Rp 210 juta dan hasilnya Rp 220.500.00 Kemudian di tahun ke-3, akan berlaku hal yang sama dan begitu seterusnya.

Tags: Deposito,