Explore the latest articles on Cobyline Online Business

Cara Mengetahui Penipuan Berkedok Pinjaman Online

Hai ... ini pertama kalinya saya menulis blog di Cobyline, mungkin tulisan saya dapat membantu anda. Saya sedikit akan memberikan tips agar kita semua terhindar dari penipuan online. Soalnya jaman sekarang hampir semua kegiatan dapa dilakukan dengan cara online, termasuk urusan pinjaman keuangan. Tetapi anda harus tetap hati-hati, bisa saja anda tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, tetapi tidak semua transaksi keuangan online berujung pada penipuan. Meski ada juga oknum yang menggunakan media online seperti media sosial yang menawarkan transaksi belanja online ataupun pinjaman online yang berujung pada penipuan.

Saya sedikit membagikan tips dan pengalaman saya untuk pengguna Cobyline agar terhindar dari kondisi buruk semacam itu, kita perlu membekali diri dengan informasi, terutama bagaimana ciri transaksi yang bisa jadi modus penipuan berkedok pinjaman online seperti yang dijelaskan berikut ini.

 

 

Hal yang patut anda waspadai saat terasa adanya paksaan untuk menjadi debitur. Jika anda debitur, baknya anda harus waspada akan hal ini. Debitur adalah orang yang meminjam sejumlah dana kepada pihak kreditur. Hal ini berlaku juga untuk jenis pinjaman online. Namun, Anda perlu waspada saat mengajukan pinjaman dan kemudian di-follow up berlebihan dan terkesan adanya paksaan agar menjadi debitur. Bisa jadi ini sebenarnya adalah modus penipuan yang hendak menjerat targetnya dengan iming-iming sejumlah besar uang pinjaman.

 

Mengabaikan riwayat pinjaman sebelumnya. Setiap kreditur akan mengecek riwayat status pinjaman seseorang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) yang secara historis dibukukan Bank Indonesia (BI). Jadi, seandainya pernah punya riwayat histori pinjaman yang buruk dalam bentuk apa pun, seperti menunggak cicilan kredit multiguna (KMG) dari suatu bank atau punya masalah dengan historis pembayaran kartu kredit, saat akan mengajukan pinjaman, siap-siap saja mengalami penolakan.

 

Sementara di pihak lain ada juga pinjaman online yang memberikan iming-iming tanpa perlu tahu status riwayat pinjaman sebelumnya. Berhati-hatilah dalam memilih modus pinjaman online semacam ini. Karena pada dasarnya, bila hendak mengajukan pinjaman, baik online maupun konvensional pada lembaga perbankan, status riwayat pinjaman sebelumnya adalah salah satu faktor dari sukses atau gagalnya dana pinjaman didapatkan.

 

Meminta sejumlah uang sebagai salah satu syarat agar bisa dicairkan. Ciri yang ketiga ini adalah yang paling umum bisa dipakai untuk mengenali apakah suatu pinjaman online ini adalah modus penipuan atau tidak. Meminta sejumlah uang sebelum pencairan bukan persyaratan agar uang pinjaman bisa cair.

 

Jika ini terjadi, tentu saja yang demikian sudah mencurigakan. Karena itu, ada baiknya kalau calon kreditur pinjaman online meminta sejumlah uang, yang dikatakan sebagai satu syarat jaminan atau biaya administrasi, lebih baik tolak saja. Normalnya biaya administrasi tidaklah besar dan disampaikan secara jelas di awal.

 

Jangan sampai Anda menjadi korban penipuan online berkedok apa pun. Mengenali ciri-ciri seperti di atas yang saya sebutkan adalah cara mudah menangkal jerat penipuan. Bila Anda memang benar-benar berniat ajukan pinjaman online, bisa mempelajari mekanisme, cara kerja, dan hal lain terkait persyaratannya seperti dijelaskan di bawah ini.