Explore the latest articles on Cobyline Online Business

Pengenalan dan Persyaratan KPR

Apa saja persyaratan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)? Sebelum membahas mengenai syarat dan ketentuannya, ada baiknya kita membahas singkat mengenai Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dari awal. Kredit Pemilikan Rumah adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasaba

Kenapa menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)? Lalu apa saja keuntungan menggunakan sistem Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)? Diantaranya adalah;

Tidak perlu khawatir dengan danai tunai. Dengan menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), nasabah tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Nasabah cukup menyediakan uang muka saja. Dengan system seperti ini, tidak diperlukan untuk mengumpulkan seluruh dana di awal.

Karena Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) memiliki jangka waktu yang lama, maka angsuran dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Selain mengumpulkan dokumen untuk syarat dan ketentuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), kita tentunya perlu tahu mengenai biaya prosesnya. Pada umumnya fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), pemohon akan dikenakan beberapa biaya, diantaranya; biaya appraisal, biaya notaris, provinsi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

Syarat-syarat Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)

Ada beberapa persyaratan dasar dalam pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Salah satunya, Anda harus berusia minimal 21 tahun. Selain itu, telah memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/professional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (professional/wiraswasta). Dalam persyaratan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) ada beberapa dokumen yang Anda butuhkan diantaranya:

Fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP
Slip gaji bulan terakhir/Surat Keterangan Gaji
Fotokopi Rekening Koran
Fotokopi Surat Izin Praktek
Fotokopi Akte Perusahaan dan atau SIUP dan NPWP
Fotokopi Tagihan Bulanan Kartu Kredit 1 Bulan Terakhir
Fotokopi Kartu kredit

Selain memperhatikan soal persyaratan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), ada baiknya juga kita mengetahui hal-hal penting saat mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Apa saja hal-hal penting yang harus Anda perhitungkan? Diantaranya adalah;

Jika rumah yang dibeli dari perorangan, maka pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada
Jika membeli rumah dari developer, pastikan bahwa mereka telah mempunyai ijin-ijin, antara lain :

a. Ijin Peruntukan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb.
b. Prasarana sudah tersedia
c. Kondisi tanah matang
d. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
e. IMB Induk

Pastikan bagaimana track record si penjual (perorangan atau developer) dengan hasil bangunannya
Jangan lakukan transaksi jual beli di bawah tangan. Jika rumah yang Anda beli dalam status jaminan bank, maka lakukan pengalihan kredit pada Bank yang bersangkutan dan dibuat akte jual beli di hadapan pihak notaris. Jangan lakukan transaksi pengalihan kredit "di bawah tangan" atau dasar kepercayaan. Tanda bukti jangan hanya berupa kwitansi biasa karena bank tidak mengakui transaksi seperti ini.

Dengan mengenal kembali apa itu Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), jenisnya, biaya prosesnya, persyaratan ataupun hal-hal penting saat pengurusan, diharapkan Anda bisa mempersiapkan lebih matang lagi dalam mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).